WARNING COBA ANDA MENCOBA LAPORKAN PENYALAGUNAAN SAMA DENGAN MENCELAKAI DIRI SENDIRI

Tampilkan postingan dengan label lowongan kerja it. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lowongan kerja it. Tampilkan semua postingan

Lowongan Kerja IT

Lowongan Kerja IT merupakan artikel diskusi STMIK Ganesha Group yang ditulis oleh Bernard Simamora. Tulisan ini sengaja dikutip secara penuh untuk memberi pencerakan kepada para tenaga kerja  IT  (Information technology) di Indonesia yang sedang mencari lowongan kerja IT.

Mengawali tulisannya, Bernard Simamora mengutip sebuah survey yang telah dilakukan oleh PT Work IT Out yang dipimpin oleh Heru Nugroho, meski masih banyak dibutuhkan di dalam negeri, peluang kerja bagi tenaga kerja TI untuk ke luar negeri pun terbuka luas, Kesempatan tetap terbuka, apalagi didukung oleh faktor bergesernya dominasi India yang dikenal sebagai sumber tenaga kerja IT,  lowongan kerja IT pun terbuka luas. Tawaran gajinya pun cukup menggiurkan. Bayangkan, untuk tenaga kerja TI kelas pemula sampai menengah, perusahaan di luar negeri berani menawarkan upah sekitar US$ 400 sampai US$ 600 (sekitar Rp 3, 6 juta sampai Rp 5,5 juta) per bulan. Di kelas yang sama di dalam negeri, paling mereka hanya ditawarkan gaji sekitar Rp 900.000 sampai Rp 2,5 juta per bulannya. Itu baru yang pemula. Untuk yang sudah punya keahlian spesifik dan berpengalaman, di luar negeri gajinya bisa mencapai US$ 2.000 - 2.500 (sekitar Rp 18,2 juta sampai 22,7 juta) per bulan. Tiga kali lipat dibanding di dalam negeri yang pasarannya sekitar Rp 7 sampai 10 juta.

Bidang kerja IT yang terbuka pun beragam dan hampir sama dengan yang ada di lokalan. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++ dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) di bidang telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administrator pun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangat banyak . Hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga kerja yang sudah spesifik ini, dan kalau saya tuliskan mungkin daftar lowongan kerja IT tersebut bisa sepanjang artikel ini.

Nah, kalau melihat situasi seperti itu akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan hasil perguruan tinggi di Indonesia tidak memadai ? Berapa banyak sih perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menghasilkan "software engineer" yang handal ? Mungkin di Indonesia baru mampu menghasilkan programmer kelas papan bawah ? Jika memang anda programmer atau software engineer yang handal, apakah anda mengenal istilah-istilah ini: lex, yacc, compiler construction, grammer, token, CMM, dan sebagainya ?

Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang

Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman. Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul. Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat ketar-ketir negara dunia ketiga, negara "dunia pertama" macam Jerman pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa didapatkan dari kalangan sendiri.
Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit. Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara di Asia, seperti India dan Cina. Nah, ini namanya peluang kan ?

Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan," jelas Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com - sebuah portal informasi lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.

Di dalam negeri sendiri untuk layanan informasi publik, tenaga IT yang dibutuhkan untuk sektor ini, ialah tenaga untuk mengelola e-government. Perkembangan kebutuhan terhadap tenaga untuk mengelola e-governmet akan sejalan dengan perkembangan implementasi e-governement. Sebagai gambaran menyeluruh terhadap kebutuhan ini, dapat dilihat dari jumlah lembaga pemerintah pusat, kabupaten/kota dan lembaga lainnya. Berdasarkan kasus pengelola e-government di Kalimantan Timur, yang mengelola e-governemt untuk 14 layanan, menggunakan tenaga IT 11 orang, maka untuk seluruh instansi pemerintah, memerlukan paling sedikitnya memerlukan 5.489.

Sedangkan layanan komersial, tenaga IT di bidang ini ialah personil yang bekerja di bidang jasa di berbagai bidang dimana transaksi dengan konsumen dan kliennya menggunakan dukungan teknologi telematika, seperti e-bisnis, e-health yang dikelola swasta, e-education yang dikelola swasta, media saiber. Untuk media saiber, jika seluruh media cetak dan elektronik yang ada sekarang akan mengembangkan media saiber dengan perkiraan satu media menggunakan 21 tenaga IT, maka akan membuka peluang 40.341 lowongan kerja IT.

Kantor Google di Indonesia

Kantor Google di Indonesia akan segera dibangun dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan oleh Eric Schmidt, CEO Google Inc. di sela pembukaan Regional Entrepreneurship Summit (RES) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, kemarin (JP, 23/7/2011). Rencana Google membuka kantor di Indonesia ini dengan pertimbangan Indonesia memiliki pasar yang besar terhadap industri internet. Tenaga kerja IT di Indonesia juga tidak kalah dengan negara lain. Berarti google juga akan menambah lowongan kerja IT di Indonesia.

Baca selengkapnya »

Kantor Facebook di Indonesia

Kantor facebook di Indonesia itu ada di mana? Sampai berita ini ditulis, facebook belum membuka kantor di Indonesia. Kendati demikian,  kabar terbaru menyebutkan saat ini masih dipertimbangkan untuk dibukanya kantor perwakilan di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Javier Olivian (head of international growth facebook) baru-baru ini di Jakarta. Yang menjadi pertimbangan akan dibuka kantor facebook di Indonesia ialah jumlah pengguna facebook  di Indonesia telah mencapai 39 juta orang dari sekitar 715 juta pengguna facebook di seluruh dunia. Tenaga kerja IT (inforation technology) di Indonesia juga tersedia cukup banyak.

Baca selengkapnya »

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet

Gagasan Joko Susilo tentang Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet  telah menyedot perhatian para pebisnis online, terutama pemula. Owner www.instanx.com  ini memang selalu memunculkan ide-ide kreatif tentang bagaimana membangun bisnis online dengan cara sederhana. Tidak perlu susah-susah mencari lowongan kerja IT. Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet memang tidak sekedar slogan kosong. Anda akan mendapatkan Ebook yang akan mengubah pola pikir Anda 180 derajat, bahwa untuk memiliki bisnis online sendiri tidak perlu ribet. Ribet dalam pengertian bersusah-payah menguasai keahlian tertentu baru memulai bisnis. Ini namanya ribet! Ya,  betul-betul  ribet. Tapi, dengan membeli Ebook ini, Anda bisa punya bisnis online dengan memanfaatkan keahlian orang lain, tanpa ribet. Istilah Robert Kiyosaki, kita gunakan tenaga orang lain sebagai daya ungkit. Mudah, tidak ribet, kan? Hee…
Baca selengkapnya »